20 tahun
Saatnya peralihan dari masa remaja ke dewasa
Hi, aku kayaknya lagi semangat banget nih nulis di sini. Lebih kepada kembali ke rumah, di sini aku bebas untuk berkeluh kesah. Atas segala rasa takutku dan kegelisahan yang selama ini hanya dapat aku pendam sendiri.
Jadi, satu bulan lagi usiaku menginjak dua puluh tahun. Usia-usia yang bisa dikatakan paling krusial dengan segala ketakutan yang bersarang di dalam kepala. Di saat tawa remaja perlahan sirna tergantikan paksaan menuju dewasa. Kerap kali aku berpikir untuk kembali ke masa anak-anak di mana tidak pernah memikirkan perihal dunia yang begitu kejamnya, cara mencari uang untuk menimbun kekayaan, atau menumbuhkan relasi agar masa depan tetap cemerlang. Anak-anak hanya mengerti akan bermain dan memiliki pikiran jika dunia baik-baik saja.
Mungkin iya, jika ada yang bilang masa-masa peralihan dari umur belasan ke dua puluhan adalah masa-masa paling menakutkan. Hal yang paling menakutkan adalah perihal masa depan. Banyak yang tidak tidur untuk sekadar bertanya ke dalam diri, "Aku mau jadi apa?" "Besok apa yang harus aku lakukan?" Di saat begitu banyak pekerjaan juga tugas-tugas yang harus segera diselesaikan. Bagiku, dulu usia dua puluh merupakan masa-masa paling menyenangkan. Memiliki kawan sebanyak-banyaknya, pendidikan yang tinggal menunggu hasil, atau bekerja di perusahaan yang relevan dengan apa yang aku suka. Bahkan berpikiran untuk menikah di usia semuda itu. Ya, masa muda emang memiliki banyak mimpi yang tidak bisa disalahkan.
Tapi, semakin beranjak dewasa, aku sadar jika ada hal-hal yang belum bisa didapatkan. Mungkin butuh kerja keras dan perjuangan lebih lagi untuk mencapai ke sana. Kepada semua orang yang sedang berada di fase yang sama ; ketakutan akan masa depan, aku hanya ingin bilang jika apapun yang kita lakukan sekarang akan kita tuai di masa depan. Mungkin bukan hari ini, bulan ini, ataupun tahun ini. Tapi, bisa jadi beberapa tahun ke depan, di saat kita sudah siap akan semua itu.
Yang sekarang bisa kita lakukan adalah terus berjuang. Asah semua bakat dalam dirimu, jangan biarkan kesuksesan orang lain malah membuat kalian malas. Seharusnya di saat teman-teman yang kita anggap ada di atas kita, bisa dijadikan sebagai acuan kita untuk bekerja lebih keras lagi ke depannya. Jangan jadikan ketakutan di dalam kepala menjerat ruang gerak kita. Lakukan hal yang kamu suka dan berjuanglah terus setiap harinya. Agar nantinya kamu di masa depan bisa berkata, "Kamu sudah melakukan hal yang benar-benar baik selama ini."
Salam hangat,
Astri
Komentar
Posting Komentar